Waktu hari Jumat saya harus training di kantor pusat saya di daerah Menteng. Karena mobil di pake suami ke kantor, saya berangkat naik taksi.
Seperti umumnya dengan sopir taksi, saya enggak banyak bicara selain alasan keamanan juga malas aja.., eh! Tapi sopir taksi blue bird kali ini agak lain, bapak separuh baya ini agak banyak bicara alias cerewet he..he. Dia cerita banyak, salah satunya yang bikin saya termenung tentang kalo pendapatannya makin lama makin dikit setelah dipotong uang setoran (sehari +/- 50 ribu ) tapi dia bilang begini “kalau mikir enggak cukup sih memang kenyataannya enggak cukup Bu, tapi saya mah andalannya bersyukur aja, karena masih bisa kerja..”
Saya tiba-tiba merasa malu , pada bapak taksi itu, pada diri saya dan terlebih pada Tuhan…karena saya merasa tidak pernah bersyukur akhir-akhir ini, selalu minta lebih..lebih..dan lebih
Syukur pada-Mu Bapa atas :
- kesehatan
- orang tua
- orang tua dan saudara
- suami yang baik dan sabar
- karyawan permanen
- pekerjaan yang baru untuk suami
- pendapatan dan bonus akhir tahun
- napas dan udara
-hujan dan panas
- tempat tinggal yang baik dan aman
- Kelapa gading yang menyenangkan
- kendaraan
- bisa nyetir mobil sendiri
- temen – temen semua
- jakarta yang tidak membosankan
- kesabaran dan kemandirian
- Makanan yang cukup
- capek
- panik
- kesepian dan kesendirian
- keramaian dan kemeriahan
- sakit
dan banyak hal yang setiap hari Engkau curahkan pada kami. Amien